Article Description:

Telah berlalu 5 bulan sejak kasus positif COVID-19 pertama kali diumumkan di Indonesia. Saat ini (3 Agustus 2020) sudah terdapat 113.134 total kasus positif, disertai dengan 70.237 sembuh dan 5.302 meninggal. Angka yang memang terdengar spektakuler, apalagi bila dibandingkan dengan jumlah kasus positif yang ada di Malaysia saat ini. Pada bulan Juli lalu, angka kasus positif di Indonesia bahkan telah melewati kasus positif di RRC, negara yang awalnya menjadi episentrum wabah COVID-19.
 
Selain dari hebohnya foto di atas dan rekor baru angka kasus positif, bulan Juli memang dipenuhi dengan banyak cerita-cerita baru mengenai pandemi ini. Oleh karena itu, pada INTEL kali ini, Kastrat AUISS akan memaparkan ulasan singkat mengenai perkembangan wabah COVID-19 di Indonesia pada awal hingga akhir bulan Juli 2020. Ulasan ini akan dilengkapi dengan visualisasi dan penjelasan yang semoga dapat memberikan insight baru kepada para pembaca yang bertanya-tanya "bagaimana kondisi negara kita?". Jadi langsung saja kita mulai!
 
NB: Terima kasih sebesar-besarnya untuk @Kawalcovid19 sebagai sumber dataset untuk ulasan hari ini! (Visualisasi dilakukan dengan Python dan ArcGis Powerbi)

Perkembangan Total Kasus Positif, Sembuh, dan Meninggal (Kumulatif)

                
    Total kasus positif pada tanggal 1 Juli 2020 adalah 57.770 kasus dan diakhiri dengan 108.376 kasus pada tanggal 31 Juli 2020. Grafik kasus kumulatif akan selalu meningkat, namun yang menarik untuk diperhatikan adalah seberapa cepat kasus-kasus di atas meningkat pada bulan Juli lalu. Beruntungnya kali ini tidak seperti pada artikel-artikel COVID-19 yang kita baca pada bulan Maret/April yang menunjukkan pertumbuhan kasus positif secara eksponensial. Apabila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, pertumbuhan kasus positif semakin bertransformasi menuju pertumbuhan linear. Disamping itu, pertumbuhan pasien yang sembuh juga melaju semakin cepat. Tentu saja, untuk mempermudah pembaca melihat pertumbuhan per harinya, simak visualisasi berikutnya di bawah ini!
 

Kasus Positif Baru, Sembuh Baru, dan Meninggal Baru dari Hari ke Hari

                   

    Pada visualisasi di atas ini, kita melihat perubahan jumlah kasus baru setiap harinya pada bulan Juli 2020. Yang memprihatinkan adalah kasus positif baru yang telah mencapai lebih dari 1000 kasus per hari setiap harinya. Artinya, dalam 15 hari saja, orang-orang yang terdeteksi positif COVID-19 jumlahnya dapat memenuhi seluruh ballroom di Jakarta Convention Center! Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, memang terdapat peningkatan rata-rata kasus baru per hari. Kabar baiknya, pada pertama kalinya sejak wabah ini muncul, jumlah pasien yang baru sembuh akhirnya membalap jumlah kasus positif baru pada 17 Juli 2020. Artinya, untuk pertama kalinya, terjadi penurunan jumlah kasus aktif COVID-19. Pertumbuhan pasien sembuh juga dapat dilihat semakin meningkat dari hari ke hari. Terima kasih frontliners!
 

Perkembangan Total Kasus Positif (Kumulatif) Berdasarkan Provinsi

    

    Daripada harus melihat grafik garis yang keriting dan ribet untuk mengetahui peningkatan kasus positif kumulatif tiap provinsi, kali ini kita disajikan dengan sebuah heatmap. Artinya, semakin gelap suatu kotak, semakin tinggi angka kasus positif kumulatif di provinsi tersebut pada tanggal itu. Dapat dilihat melalui heatmap di atas bahwa provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur merupakan dua provinsi yang menempati posisi teratas total kasus positif tertinggi se-Indonesia. Tidak heran bahwa Jawa Timur pernah disebut sebagai "zona hitam" karena banyaknya kasus positif yang ada saat itu. Di samping itu, provinsi seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Barat juga mulai menunjukkan jumlah kasus positif yang memprihatinkan. Semangat untuk pembaca yang berdomisili di daerah-daerah di atas!

Indeks Kewaspadaan Kabupaten (IKK)

 
    Visualisasi yang terakhir ini memang tidak menunjukkan perkembangan indeks kewaspadaan selama bulan Juli dan hanya sekadar pelengkap heatmap sebelumnya. Visualisasi di atas menunjukkan Indeks Kewaspadaan Kabupaten terbaru (2 Agustus 2020) dari 510 Kabupaten/Kota di Indonesia. IKK merupakan ukuran potensi transmisi di komunitas yang tidak terdeteksi di suatu daerah berdasarkan data-data COVID-19 yang tersedia di domain publik. Artinya, semakin gelap daerah tersebut, semakin tinggi potensi adanya transmisi virus corona, yang seharusnya juga dihadapi dengan praktik social distancing yang ketat. Selengkapnya mengenai IKK dapat kalian baca di situs Kawalcovid19: Klik Disini!
 

Akhir Kata...

Banyak yang bertanya-tanya, "mengapa wabah ini tidak kunjung berhenti?", "kapan selesainya?", "mengapa pertumbuhan kasusnya masih tinggi?" dan seterusnya. Terdapat banyak alasan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bisa saja karena jumlah swab test dan rapid test yang semakin diperbanyak setiap harinya, atau tentu saja bisa juga karena masih ada banyak orang yang tidak tahu atau tidak mau tahu bagaimana cara menghadapi pandemi ini.
 
Oleh karena itu, kami dari AUISS tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan para pembaca untuk tetap melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19 yang meliputi:
 - Rutin mencuci tangan dengan bersih
 - Memakai masker saat berpergian
 - Menghindari keramaian dan mempraktikan social distancing
dan tentu saja #Dirumahaja sambil menikmati konten-konten AUISS In Quarantine!
 
Sekian dari ulasan perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia pada bulan Juli 2020. Sampai jumpa di INTEL berikutnya!
 
full code: Click Here!

Updated by: awebmin, 2020-11-04.